Selasa, 26 April 2011

Pelajaran Hidup No.4

Hujan yang turun rintik-rintik seolah menyertai percakapan kami mengenang masa lalu, membasahi setiap pori-pori jalan yang terbasuh, mungkin menentramkan, mungkin juga terlalu dingin...(loohh..kok jadi melow begini)... >>> plak >>> jitak kodel >>> kembali sadar... ^_^

Jadi begini sebenarnya...sore itu, aku dan ketiga kakaku..."kakak pertama", "kakak kedua", dan "kakak ketiga" hmmmm....mendengar istilah2 ini mengingatkanku pada makhluk-makhluk dalam sebuah film.. ^_^ kami terduduk didepan pintu rumah yang menghadap kesebuah jalan kecil dalam sebuah gang, diiringi tangisan langit sore itu, berbagi cerita dan kenangan masa-masa kecil kami...ya...kenangan dalam sebuah keluarga yang entah bagaimana menjelaskannya tentang keluarga ini, jenaka, aneh, genius atau mungkin bodoh...entahlah, biar kalian simpulkan sendiri kawan...

Seperti biasa kawan, tokoh utama pelaku ketidakladziman ini adalah sang prajurit...waktu "kakak keduaku" masih berusia sekitar 4 tahunan, keluarga prajurit ini memiliki harta yang paling berharga seluruh dunia, yah...setidak nya begitulah versi dari cerita kami...berwarna putih berkilau seperti mutiara..ya..seperti mutiara, kawan!....

Setahun lebih ketika prajurit pergi berperang di Timor-Timur yang kini lepas dari Kesatuan Negara kita, ternyata "kakak Keduaku" memesan benda yang menurutku terdengar aneh..."Paakk..bawa burung yang gede ya paakk!!.." begitulah pinta "kakak keduaku" pada sang prajurit..."hmmmm...permintaan yang aneh"...begitu pikirku ketika mendengar cerita ini...bukannya berpesan... "hati-hati ya pak!!" atau "maafin semua salah kita selama ini ya pak!!!" atau "jaga diri bapak...kita pasti ketemu lagi"....yah...setidaknya begitulah pesan2 yang kurasa harusnya disampaikan ketika seorang pria pergi meninggalkan keluarganya untuk berperang...tapi ternyata...Kehadiran sosok seekor burung lebih diidamkan daripada sosok sang prajurit...wkkwkwkwkwk...

Setahun berselang, sang prajurit ternyata kembali dengan selamat dan "lengkap"....ya..lengkap dengan "burung besar" yang dipesan "kakak keduaku"....setibanya dirumah, kakak dan istri sang prajurit begitu antusias menyambut kedatangan sang prajurit...terlebih "kakak keduaku"...bergegas dia menghampiri sang prajurit.."Bapak, burung besar nya mana?"....dengan muka lugu dia bertanya... ternyata sang prajurit cukup romantis untuk memberikan kebahagiaan pada wanita2 pujaan hatinya (istri dan anak2 sang prajurit)...dia menyodorkan sebuah sangkar yang tak terlalu besar, ditutup dengan kain gelap yang membungkus semua rahasia yang terkandung didalamnya, ya..kuyakin "kakak keduaku" begitu penasaran dengan apa yang ada dihadapannya..ya...impiannya untuk memiliki burung yang besar akan segera terwujud kawan..bayangkan saja..bagaimana bahagia yang akan dia dapat setelah penantian nya selama setahun lebih...
dengan wajah bangga karena melihat anaknya begitu girang, sang prajurit bergegas memberikan hadiah itu pada kakaku, dengan segala wibawa dan rasa agung karena merasa mampu mewujudkan impian seseorang, terutama orang yang sangat dicintainya. perlahan "kakak kedua" ku itu membuka bungkusan sangkar, dan betapa terkejutnya dia, ternyata....impiannya.....harapannya....keinginannya untuk memiliki burung besar.. SIRNA, kawan...ternyata misteri yang tersimpan dibalik kain gelap itu bukanlah burung besar yang diimpikan, melainkan seekor anak burung tanpa busana (kurang berbusana) lebih tepatnya, hadir menghancurkan semua kebahagiaan...kakinya gemetar, kurasa karena menahan grogi karena rasa malu dan takut diperhatikan dengan tatapan kebencian yang tertuju padanya dari mata kakaku yang menatapnya sinis, "kan teteh mintanya burung besar...kok malah dikasih anak burung??" tanya kakaku sambil cemberut....dan dengan sikap tenang dan tak mau dipersalahkan, sang prajurit memberikan jawaban terbijak yang pernah kudengar.."kan nanti juga besar sendiri, nanti biar gax cepet mati".....guubbbrrraaaaaaakkkkkkkk.....

Nah, kata2 "gax cepet mati" ini harus diperjelas kawan..ya..mungkin pada kondisi normal nya adalah begitu, tapi tidak jika disertai faktor x yang menggelayuti langkah semua makhluk, ya..sama seperti hidup kita..dan sama pula seperti hidup semua makhluk, termasuk nasib sang prajurit, lebih tepatnya sang burung.. ^_^

hari-hari berlalu melewatkan banyak kenangan dari kebersamaan antara kakakku dengan burung itu, yang ternyata berjenis "kakaktua"...dia tumbuh menjadi primadona yang anggun dan berharga dikerluarga kami, ya kakaktua asli dari Timor...dia sudah pandai mengucapkan kata2..memanggil nama kakakku dan penurut luar biasa...dia benar2 sudah menjadi bagian dari keluarga sang prajurit..dan kuyakin, sang prajurit bangga luar biasa...
sore itu, sepulang nya sang prajurit bekerja, dia membagi waktu dan kasih sayang nya untuk keluarganya, termasuk memperhatikan kenyamanan anggota2 keluarganya dirumah..ya...sore itu sang prajurit tidak biasanya menjemput kakaku..tapi faktanya, sore itu dia begitu lembut dan penuh perhatian menaikan "kakak keduaku" ke atas pundaknya, berjalan dari sekolah hingga kerumah, dan kakakku menyadari ada keanehan yang terjadi pada sang prajurit..."ada apa pak?..kok tumben jemput??"...tanya kakaku pada sang prajurit..."gak apa-apa...sabar ya neng"..begitulah jawaban sang prajurit...setibanya dirumah, kakak pertama sudah menangis histeris, sang prajurit menurunkan kakak kedua ku dari pundaknya dan berkata "maafin bapak ya neng..kakaktua...kakaktuanya meninggal....".."huaaaaaaaaa.....kenapaaa.....bapak jahaaat...huaaa"....kakak keduaku sangat terpukul mendengar fakta itu, bagaimana dengan sang prajurit?...tergambar kesedihan dan penyesalan yang luar biasa dari wajahnya, kawan...kenapa harus merasa bersalah?...bukankah kematian itu hal yang wajar?...ya kira2 begitulah kawan..kecuali yang menyebabkan nya adalah Sang Prajurit...

jadi begini ceritanya kawan...sore itu, sang prajurit ingin memastikan anak2 nya nyaman dirumah....terutama dari nyamuk2 nakal...dengan bersemangat dia menyemprotkan obat nyamuk cair diseluruh ruangan, tak termasuk ruangan belakang tempat kakaktua berada...mungkin dia pikir paruh burung kakak tua itu sudah dilengkapi masker anti racun, sama seperti topeng2 jagoan di film2 yang tak bisa mati karena asap beracun..tapi ternyata dia salah..kakaktua itu tak sanggup melawan racun yang diperuntukkan untuk nyamuk..dan akhirnya...tewas mengenaskan karena keracunan...tubuhnya kaku dan tak lagi bernafas...

Setelah kejadian itu, kakakku sempat marah pada sang prajurit dan kehilangan nafsu makannya selama dua hari..begitulah versi dari istri sang prajurit...dan hari itu mungkin akan menjadi hari duka nasional keluarga sang prajurit...jasad kakak..eh kakaktua, dibungkus kain usang dan dikuburkan layak nya pahlawan yang gugur..kakak2ku menangis tersedu dan begitu terpukul atas kepergiaanya, tak terkecuali istri sang prajurit kawan, dia begitu kesal karena sang prajurit tak mengindahkan larangannya.."mimi juga bilang apa..jangan disemprot"...begitulah kata2 pengiring tangis istri sang prajurit...pemakaman itu berlangsung khidmat kawan, "kakak..maafin kita yah..kita sayang sama kakak...kita gax mau kehilangan kakak"...kakaku menganis tersedu di dekat kuburan kakaktua di halaman belakang rumah...istri sang prajurit juga larut dalam pemakaman itu..dan sang prajurit??...."Dia pun ikut dalam prosesi pemakaman yang aneh itu"...sambil tertunduk dihadapan makam kakaktua dan merasa amat bersalah dia berkata "iya..kita sayang kakak"....Guuubbrrraaaaaaaaaakkkkkkkkk.......



Pelajaran Hidup No.4
"Tangis itu kadang datang karena kita kehilangan sesuatu yang menjadi teman keseharian kita dalam hidup...dan mungkin sebaiknya kita memirkan mimpi2 yang ingin kita wujudkan dimasa yang akan datang untuk memperingan langkah tak tegar hari ini"....


27-04-2011

Kamis, 21 April 2011

Dari Atas Awan

Impian yang sebelumnya kuihat jauh di atas..
kini kurasakan begitu dekat dari balik jendela..
dan perasaan itu menikam keharuan jika terwujudkan...
melerai semua pertengkaran keraguan dalam hati meraihnya...
angin yang terbelah kulewati..
seolah membisikan setiap kesakitan yang kudapat karena kehilangan...
tapi tak berselang lama...
dan semua tertata kembali pada tempat nya...